RMI PWNU Jateng: Pondok Pesantren Harus Waspada Terhadap Virus Corona

Halaqah RMI Putri yang diselenggarakan oleh RMI PWNU Jawa Tengah dengan tema " Peran Strategis Bu Nyai dan Ning Dalam Pesantren Untuk Mewujudkan Kemaslahatan Umat, Bangsa dan Negara". Acara ini berlangsung pada Ahad (15/0/2020/). Halaqoh ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Naharul Ijtma' yang berlangsung di PP. Anwarussolihin Kranggan Temanggung. Acara ini dihadiri oleh Bu Nyai dan Ning dari seluruh pondok pesantren se karisidenan Kedu yakni, Temanggung, Magelang, Purworejo, Wonosobo, dan Kebumen.

Acara halaqoh ini diisi dengan sosialisasi Virus Corona (Novel Coronius (2019-nCoV) yang disampaikan oleh salah sekjen Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama kabupaten Temanggung yakni Dokter Danang. Beliau menyampaikan bahwa "pondok pesantren merupakan salah satu tempat perkumpulan yang memungkinkan terjadinya penyebaran virus tersebut. Oleh karena itu, kekhawatiran yang harus segera diperhatikan salah satunya dengan menjaga kebersihan dengan menyediakan hand sanitizer, masker dan rutin membersihkan lingkungan pondok pesantren".

Hal tersebut juga dikuatkan oleh pengurus RMI PWNU Jawa Tengah " Pondok pesantren harus memberikan perhatian khusus terhadap penanganan virus tersebut, pondok pesantren perlu bekerjasama dengan lembaga kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, tim medis untuk memantau kesehatan santri, ustaz, dan seluruh penghuni pondok pesantren".

Para audien yang menghadiri halaqoh tersebut sangat berantusias dibuktikan dengan beberapa pertanyaan untuk pencegahan penyebaran virus Corona di pondok pesantren. "Pondok Pesantren dihimbau agar tidak terlalu panik dan mengetahui gejala-gejala virus Corona yakni demam, batuk pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu. Tetap hati-hati dan perilaku hidup sehat harus diterapkan" tutur Dokter Danang dalam menjawab salah satu pertanyaan dari audien.

Selain penyuluhan dan pengenalan tentang virus corona, Dokter Danang juga mendemonstrasikan tata cara cuci tangan yang baik dan juga ditirukan oleh seluruh audien dari seluruh pondok pesantren se karisidenan Kedu. Acara diakhiri dengan doa bersama dan membaca qunut nazilah, sholawat tibbil qulub, sebagai ikhtiar kita kepada Allah agar pondok pesantren dan seluruh bangsa negara Indonesia terselamtkan dari virus ini.

(Dheta)